Petani Kedokan Bunder Terjebak Banjir, Tak Bisa Tanam Padi: Irigasi Jadi Harapan Terakhir

 

INDRAMAYU, Sinarpagijaya.com– Di tengah suasana Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah yang seharusnya penuh kebahagiaan, para petani di wilayah Kedokan Bunder justru dihadapkan pada kesulitan. Sejumlah lahan persawahan di blok perumahan BTN Kedokan Bunder masih tergenang banjir akibat hujan yang melanda pada Minggu (22/03/2026).

Genangan air yang belum surut membuat para petani terpaksa melakukan penyedotan air secara manual. Kondisi ini terjadi karena tidak adanya saluran irigasi yang memadai, sehingga air tidak dapat mengalir keluar dari area persawahan.

Salah satu petani, Uuk, mengungkapkan keluhannya. Ia menyebut bahwa hingga saat ini dirinya bersama petani lainnya belum bisa mulai menanam padi, sementara di daerah lain tanaman sudah mulai tumbuh.

“Iya Pak, kami masih kesulitan menanam padi karena sawah masih banjir,” ujarnya.

Menurut para petani, ketiadaan saluran irigasi menjadi penyebab utama banjir yang terus menggenangi lahan mereka. Bahkan, muncul dugaan bahwa pembangunan perumahan di sekitar area tersebut turut memengaruhi aliran air.

Para petani pun berharap adanya perhatian serius dari pemerintah. Mereka meminta agar segera dilakukan pembangunan dan normalisasi saluran irigasi agar air dapat mengalir dengan lancar dan tidak lagi menggenangi sawah dalam waktu lama.

Normalisasi irigasi dinilai sangat penting untuk mencegah kerugian yang lebih besar. Pasalnya, banjir yang berkepanjangan berpotensi menyebabkan gagal panen, yang tidak hanya merugikan petani, tetapi juga dapat berdampak pada ketahanan pangan di daerah tersebut.

“Kami minta pemerintah segera membantu normalisasi irigasi supaya aliran air lancar. Jangan sampai sawah terus kebanjiran dan petani merugi,” pungkasnya.

Dengan kondisi ini, para petani berharap solusi nyata segera dihadirkan, agar mereka bisa kembali menanam padi dan menjaga keberlangsungan hasil pertanian di Kedokan Bunder.( Tarudi Sulaksana)

Posting Komentar untuk "Petani Kedokan Bunder Terjebak Banjir, Tak Bisa Tanam Padi: Irigasi Jadi Harapan Terakhir"