Pipa PDAM Juntinyuat Bocor, 7 Desa Krisis Air — 1.500 Massa GEMI Siap Demo Kejari & Pendopo

INDRAMAYU, Sinarpagijaya. com– Gangguan serius distribusi air bersih kembali terjadi. Kali ini, kebocoran pipa utama berdiameter 12 inci milik Perumdam Tirta Darma Ayu (TDA) Cabang Juntinyuat menyebabkan aliran air ke tujuh desa terdampak tidak mengalir maksimal, Minggu (12/4/2026).

Kebocoran pipa besar mengakibatkan tekanan air menurun drastis hingga distribusi air bersih ke pelanggan terganggu bahkan terhenti di sejumlah wilayah.

Lokasi kebocoran berada di Kecamatan Juntinyuat, tepatnya di depan Indomaret dekat Balai Desa Juntinyuat, Kabupaten Indramayu.

Peristiwa terjadi pada Minggu (12/4/2026), dengan proses perbaikan dimulai sekitar pukul 08.00 WIB.

Sebanyak tujuh desa terdampak langsung, yakni:

Desa Juntinyuat

Juntikebon

Juntikedokan

Juntiweden

Lombang

Limbangan

Sebagian Desa Dadap

Gangguan disebabkan oleh kebocoran pipa utama berdiameter 12 inci yang menyebabkan tekanan air turun, sehingga distribusi tidak berjalan normal.

Pihak Perumdam TDA langsung menerjunkan tim teknis ke lokasi untuk melakukan perbaikan. Proses perbaikan masih berlangsung hingga selesai.

Manajer Humas Perumdam TDA Indramayu, Budhi S, menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan tersebut.

“Petugas kami sedang melakukan perbaikan, semoga segera selesai tanpa kendala,” ujarnya.

Perumdam juga membuka layanan pengaduan melalui WhatsApp 0877-1792-6643 serta media sosial resmi.

Dampak Meluas, Aksi Demo Menguat

Di tengah rentetan persoalan yang melilit Perumdam TDA, termasuk dugaan kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), gelombang protes masyarakat pun menguat.

Gabungan Elemen Masyarakat Indramayu (GEMI) akan menggelar aksi unjuk rasa pada: Rabu, 15 April 2026

Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Indramayu

Pendopo Kabupaten Indramayu, Sekitar 1.500 orang dipastikan turun dalam aksi tersebut.

Koordinator Umum GEMI, Supriyandi, menyebut aksi ini sebagai bentuk desakan terhadap aparat penegak hukum agar:

Mempercepat penanganan dugaan TPPU di Perumdam TDA

Mengusut tuntas dugaan korupsi tunjangan perumahan DPRD

Menetapkan tersangka dan menindak pihak yang bertanggung jawab

Ia juga menyoroti dugaan transfer dana sebesar Rp2 miliar ke rekening PT Berkah Ramadhan Sejahtera (BRS) yang dinilai tidak relevan dengan sektor penyediaan air minum.

“Ini diduga bentuk penyalahgunaan kewenangan dan transaksi fiktif yang berpotensi sebagai pencucian uang,” tegasnya.

Kasus tersebut diketahui telah masuk tahap pemeriksaan awal di Kejari Indramayu dengan puluhan saksi telah dimintai keterangan. Namun, hingga kini belum ada penetapan tersangka, sehingga memicu kritik publik.

Masyarakat diimbau untuk menampung air secukupnya selama proses perbaikan berlangsung. Sementara itu, aksi demonstrasi yang akan digelar GEMI diprediksi menjadi tekanan besar bagi penegak hukum dan manajemen Perumdam TDA di tengah sorotan publik yang semakin tajam. (ATS, SPJ)

Posting Komentar untuk "Pipa PDAM Juntinyuat Bocor, 7 Desa Krisis Air — 1.500 Massa GEMI Siap Demo Kejari & Pendopo"