INDRAMAYU, Sinarpagijaya.com - Suasana khidmat sekaligus meriah menyelimuti Desa Telukagung, Kecamatan Indramayu, pada Selasa (5/5/2026) malam Selasa gelar tradisi adat Unjung-unjungan Mbah Buyut Kencana Wungu, yang berlangsung penuh makna dan kebersamaan.
Tradisi Unjung-unjungan merupakan bentuk penghormatan masyarakat kepada leluhur, khususnya Mbah Buyut Kencana Wungu, yang diyakini sebagai tokoh penting bagi warga Desa Telukagung. Kegiatan ini menjadi bagian dari pesta adat dan budaya yang rutin digelar sebagai warisan turun-temurun.
Acara ini dipimpin langsung oleh Kuwu (Kepala Desa) Telukagung, Rasmana, serta diikuti oleh seluruh elemen masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan warga setempat yang turut ambil bagian dalam prosesi maupun rangkaian hiburan.
Kegiatan dilaksanakan pada Selasa, 5 Mei 2026, dengan puncak acara berlangsung pada malam hari. Rangkaian acara dipusatkan di area TPU (Tempat Pemakaman Umum) Mbah Buyut ‘’Kencana Wungu’’ yang menjadi lokasi sakral bagi masyarakat setempat.
Tradisi ini digelar sebagai bentuk rasa syukur, penghormatan kepada leluhur, serta upaya menjaga dan melestarikan budaya lokal agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Acara berlangsung dengan penuh kekhidmatan melalui doa bersama dan ritual adat, kemudian dilanjutkan dengan kemeriahan pesta rakyat. Malam hari semakin semarak dengan pertunjukan kembang api yang menghiasi langit Telukagung. Tak hanya itu, hiburan budaya berupa Wayang Orang Sandiwara “Dwi Warna” dari Desa Santing, Kecamatan Losarang, turut memukau masyarakat yang hadir.
Perpaduan nilai budaya, religi, dan kebersamaan dalam tradisi ini menjadikan Unjung-unjungan Mbah Buyut ‘’Kencana Wungu’’ bukan sekadar ritual, tetapi juga momentum penting dalam menjaga identitas dan kearifan lokal masyarakat Telukagung.(Wulan K Ats)






Posting Komentar untuk "Tradisi Unjung-unjungan Mbah Buyut Kencana Wungu, Harmoni Budaya dan Religi Warnai Malam Telukagung"