fto:Wakil Ketua DPRD Kabupaten Indramayu,H.Sirojudin Bersama Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ono Surono tentang soroti persoalan sampah di Kabupaten Indramayu yang viral dalam sepekan ini, Minggu (29/3/2026).
INDRAMAYU, Sinarpagijaya.com — Persoalan tumpukan sampah di sejumlah ruas jalan kabupaten di Indramayu kian memprihatinkan pasca-Lebaran 2026. Kondisi ini tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga menimbulkan ancaman kesehatan bagi masyarakat.
Apa tumpukan sampah yang tidak terangkut terjadi di berbagai titik, mulai dari wilayah Krangkeng hingga Haurgeulis. Sampah bahkan menutup sebagian badan jalan dan mengganggu aktivitas warga.
Keluhan disampaikan warga, di antaranya Imam (48), warga Desa Juntikebon, dan Firman (23), pemuda asal Desa Karangampel. Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Indramayu, H. Sirojudin, turut menyoroti serius persoalan tersebut.
Titik terparah berada di jalur Juntinyuat–Karangampel, termasuk jalan baru menuju Pasar Karangampel yang sebelumnya sempat dibersihkan namun kembali dipenuhi sampah.
Keluhan warga mencuat pada Minggu (29/3/2026), hanya sehari setelah dilakukan aksi pembersihan oleh petugas gabungan pada Sabtu sebelumnya.
Mengapa Penumpukan sampah diduga terjadi akibat pengelolaan yang belum optimal, minimnya armada pengangkut, serta tingginya volume sampah dari aktivitas pasar dan kiriman warga dari beberapa desa sekitar.
Bagaimana Meski sebelumnya telah dilakukan pembersihan oleh petugas gabungan, sampah kembali menumpuk dalam waktu singkat. DPRD menilai solusi yang diberikan pemerintah daerah masih bersifat sementara dan belum menyentuh akar masalah.
Imam mengaku terganggu dengan kondisi tersebut, terutama karena lokasi berada di jalur yang dilalui pelajar.
“Setiap lewat jalur Juntinyuat-Karangampel, sampah menumpuk dan sangat
Hal serupa disampaikan Firman yang menyoroti cepatnya sampah kembali menumpuk.
“Kemarin sudah dibersihkan, sekarang menumpuk lagi. Hampir setengah badan jalan tertutup. Harus ada solusi konkret, jangan sampai Indramayu dijuluki kota sampah,” tegasnya.
Menanggapi kondisi tersebut, H. Sirojudin menyebut persoalan sampah di Indramayu sudah masuk tahap darurat. Ia menilai alasan klasik seperti kekurangan armada tidak bisa lagi dijadikan pembenaran.
“Kalau armada kurang, bisa dirental. Kalau tenaga kurang, bisa outsourcing. Semua itu memungkinkan, tinggal ada kemauan atau tidak,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa persoalan sampah bukan sekadar teknis, melainkan membutuhkan komitmen kuat dari pimpinan daerah serta koordinasi yang lebih baik antarinstansi.
DPRD, lanjutnya, akan segera memanggil pihak terkait untuk mencari solusi bersama.
“Kalau tidak bisa diselesaikan di komisi, pimpinan DPRD akan turun tangan langsung,” pungkasnya.
Penutup: Permasalahan sampah di Indramayu membutuhkan langkah nyata dan berkelanjutan. Tanpa penanganan serius dan sistematis, kondisi ini dikhawatirkan akan terus berulang dan semakin merugikan masyarakat. (Tarudi Sulaksana )


Posting Komentar untuk "Darurat Sampah Pasca-Lebaran, DPRD Soroti Lemahnya Penanganan di Indramayu"