INDRAMAYU, Sinarpagijaya.com – Pasca aksi unjuk rasa yang berujung ricuh, Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (KOMPI) mulai menggalang dana untuk mengganti kerusakan fasilitas umum (fasum) di Alun-alun Indramayu.
Penggalangan dana dilakukan oleh massa KOMPI, yang terdiri dari petani dan nelayan pesisir, dengan dikoordinatori oleh Kordum aksi, Hatta.
Mereka mengumpulkan koin sebagai bentuk tanggung jawab atas kerusakan fasum yang terjadi saat aksi demonstrasi sebelumnya.
Aksi penggalangan dana ini mulai dilakukan dan viral pada Sabtu (4/4/2026).
Pengumpulan dana dilakukan di sejumlah wilayah tambak di Kabupaten Indramayu, termasuk area yang menjadi sumber persoalan yang diperjuangkan KOMPI.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kesadaran dan pertanggungjawaban moral atas tindakan yang menyebabkan kerusakan fasilitas umum di kawasan Alun-alun Indramayu.
Dengan cara sederhana, para anggota KOMPI mendatangi langsung para petani di area tambak untuk menggalang koin secara patungan. Aksi ini terekam dalam video yang kemudian beredar luas di masyarwarga
Dalam video tersebut, terlihat warga berkumpul tanpa atribut aksi, mengulurkan tangan dan mengumpulkan koin demi koin. Suara logam yang saling beradu menjadi simbol kebersamaan dan kesadaran untuk memperbaiki kesalahan.
“Kami siap ganti rugi semua kerusakan fasum di Alun-alun Indramayu. Berapapun biayanya, kami siap. Kami akan menggalang dana dari para petani dan nelayan pesisir yang tergabung di KOMPI,” tegas Hatta.
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui jumlah pasti dana yang telah terkumpul dari penggalangan tersebut. Aksi ini menjadi potret kontras, dari luapan emosi saat demonstrasi, menuju upaya kolektif untuk bertanggung jawab dan memulihkan keadaan.
( Tarudi Sulaksana ATS )








Posting Komentar untuk "Koin Tanggung Jawab: KOMPI Galang Dana Ganti Rugi Kerusakan Alun-alun Indramayu"