INDRAMAYU, Sinarpagijaya.com -
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu menerapkan kebijakan baru dalam pengadaan kendaraan dinas dengan beralih dari sistem kepemilikan menjadi sistem sewa. Kebijakan ini langsung menarik perhatian publik karena nilai anggarannya yang mencapai miliaran rupiah.
Pemkab Indramayu menyewa sebanyak 70 unit mobil dinas berpelat hitam untuk operasional pejabat. Kendaraan tersebut terdiri dari dua merek, yakni Suzuki XL7 dan Hyundai Creta, dengan total anggaran mencapai Rp7,7 miliar per tahun.
Kebijakan ini melibatkan Pemkab Indramayu melalui pengelola aset daerah. Kepala Bidang Aset Daerah, Jajat Sudrajat, menjadi pihak yang memberikan penjelasan terkait kebijakan tersebut. Pengadaan dilakukan melalui kerja sama dengan pihak ketiga, PT Cirebon Renault Indonesia. Program sewa kendaraan dinas ini telah berjalan sejak tahun 2024 dan berlanjut pada tahun 2025.
Kebijakan ini diterapkan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu, dengan kendaraan digunakan untuk menunjang aktivitas kedinasan.
Pemkab Indramayu menyebut sistem sewa dipilih demi efisiensi dan efektivitas anggaran. Dengan sistem ini, pemerintah tidak perlu menanggung biaya perawatan seperti servis, penggantian oli, ban, maupun biaya operasional lainnya. Selain itu, kendaraan tidak dicatat sebagai aset daerah.
Pengadaan dilakukan melalui sistem e-Katalog dengan melibatkan pihak ketiga sebagai penyedia kendaraan. Mobil dinas yang disewa tetap digunakan untuk kepentingan kedinasan meskipun menggunakan pelat hitam. Namun, terkait bahan bakar, pengguna kendaraan diberikan keleluasaan dalam memilih BBM, tanpa kewajiban ketat menggunakan BBM non-subsidi.
Penutup Kebijakan ini disebut sebagai langkah inovatif dalam pengelolaan aset daerah. Meski demikian, pengawasan penggunaan kendaraan dinas tetap diperlukan agar tidak disalahgunakan dan tetap sesuai dengan fungsi utamanya dalam menunjang kinerja aparatur negara. (Tarudi Sulaksana ATS/ Adv )


Posting Komentar untuk "Pemkab Indramayu Sewa 70 Mobil Dinas Rp7,7 Miliar per Tahun, Pelat Hitam Jadi Sorotan"