INDRAMAYU, Sinarpagijaya. com– Tradisi tahunan pesta laut atau Nadranan kembali digelar dengan meriah di Desa Limbangan, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Kamis (15/04/2026). Ribuan masyarakat pesisir tumpah ruah mengikuti rangkaian kegiatan yang sarat nilai budaya dan spiritual tersebut.
Nadranan merupakan tradisi pesta laut sebagai bentuk ungkapan rasa syukur para nelayan kepada Allah SWT atas hasil laut yang melimpah.
Kegiatan ini diprakarsai oleh Ketua KPL Mina Sejati Jaya, Tohadi, bersama Pemerintah Desa Limbangan, serta melibatkan ratusan nelayan, panitia lokal, unsur RT/RW, dan Karang Taruna, dilaksanakan pada Kamis, 15 April 2026.
Bertempat di Desa Limbangan, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, dengan prosesi utama berlangsung di perairan laut sekitar dua kilometer dari bibir pantai.
Tradisi ini digelar sebagai wujud rasa syukur kepada Sang Pencipta atas rezeki dari laut, sekaligus sebagai upaya melestarikan budaya warisan leluhur masyarakat pesisir.
Perayaan diawali dengan berbagai kegiatan budaya dan hiburan, kemudian dilanjutkan dengan prosesi inti berupa pelarungan sesaji ke tengah laut. Sesaji yang dibawa meliputi nasi tumpeng, aneka makanan, hingga kepala kerbau yang ditempatkan dalam kapal kecil berhias. Kapal tersebut kemudian diarak dan dilepas ke laut, dikawal oleh aparat Polair serta ratusan perahu nelayan.
Ketua KPL Mina Sejati Jaya, Tohadi, mengungkapkan rasa syukurnya atas suksesnya pelaksanaan Nadranan tahun ini. Ia menyebutkan, sekitar 300 perahu nelayan turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
“Kami sangat bersyukur dan puas dengan kebersamaan para nelayan yang mampu menggalang dana serta berpartisipasi aktif, sehingga acara berjalan lancar dan meriah,” ujarnya.
Selain prosesi adat, Nadranan tahun ini juga dimeriahkan dengan berbagai hiburan rakyat, seperti pagelaran sandiwara, wayang kulit, hingga pertandingan sepak bola antar kecamatan.
Sementara itu, Kuwu Desa Limbangan, H. Nurwenda, yang juga menjabat sebagai Ketua APDESI Kecamatan Juntinyuat, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan acara tersebut. Ia juga mengingatkan para nelayan untuk selalu mengutamakan keselamatan saat melaut.
“Nelayan harus selalu berhati-hati dan melengkapi diri dengan perlengkapan keselamatan, seperti asuransi kecelakaan dan kartu PAS perahu, agar lebih aman dalam bekerja,” pesannya.
Tradisi Nadranan yang digelar setiap tahun ini tidak hanya menjadi simbol rasa syukur, tetapi juga mempererat kebersamaan masyarakat pesisir serta memperkuat identitas budaya lokal. Diharapkan, ke depan tradisi ini semakin meriah dan mampu meningkatkan kesejahteraan para nelayan di Indramayu. (Tarudi Sulaksana ATS, SPji)







Posting Komentar untuk "Ribuan Nelayan Limbangan Larung Sesaji, Nadranan 2026 Berlangsung Meriah dan Penuh Makna"