Pejabat Naik Elf Jadi Sorotan, Sekdis Dispara Indramayu Pilih Rasakan Langsung Transportasi Publik
INDRAMAYU, Sinarpagijaya. com – Pemandangan tak biasa menjadi perhatian warga di Jalan Raya Losarang, Desa Muntur, Kabupaten Indramayu, Jumat pagi (23/5/2026). Seorang pejabat Pemerintah Kabupaten Indramayu terlihat berbaur bersama masyarakat di dalam mobil Elf angkutan umum saat hendak berangkat kerja menuju kantornya.
Pejabat tersebut adalah Dr. Joko Budi Santoso, S.Pd., M.A., yang menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Indramayu. Kehadirannya di dalam kendaraan umum sontak menarik perhatian warga, terlebih ia tampil sederhana mengenakan kemeja komboran khas Indramayu.
Momen itu terjadi sekitar pukul 07.15 WIB. Sejumlah penumpang mengaku awalnya tidak menyadari bahwa pria yang duduk bersama mereka merupakan salah satu pejabat di lingkungan Pemkab Indramayu. Sikapnya yang santai dan membaur membuat suasana perjalanan terasa biasa seperti penumpang lainnya.
Saat dikonfirmasi terkait aksinya yang ramai diperbincangkan masyarakat, Dr. Joko Budi Santoso mengatakan bahwa dirinya sengaja menggunakan angkutan umum untuk merasakan langsung pelayanan transportasi publik yang digunakan masyarakat setiap hari.
“Saya ingin merasakan langsung bagaimana transportasi publik kita. Kalau tidak dicoba sendiri, bagaimana bisa tahu apa yang perlu diperbaiki,” ujarnya sambil tersenyum.
Menurutnya, kebiasaan naik kendaraan umum itu bukan sekadar pencitraan, melainkan bagian dari upaya memahami kondisi riil di lapangan. Bahkan, ia mengaku sudah rutin melakukannya setiap hari Jumat selama kurang lebih dua bulan terakhir.
Dengan menggunakan transportasi umum, Dr. Joko berharap dapat melihat langsung berbagai persoalan maupun kebutuhan masyarakat, khususnya terkait pelayanan publik dan kenyamanan transportasi di Kabupaten Indramayu.
Tak hanya itu, langkah tersebut juga dinilai berdampak positif terhadap efisiensi anggaran daerah. Penggunaan kendaraan umum membantu mengurangi pemakaian bahan bakar minyak (BBM) kendaraan dinas, sehingga anggaran operasional dapat dialihkan untuk kebutuhan dinas lain yang lebih prioritas.
Ia pun berharap kebiasaan sederhana tersebut bisa menjadi inspirasi bagi pejabat lainnya agar lebih dekat dengan masyarakat dan memahami kondisi pelayanan publik secara nyata.
“Kalau pejabat ikut merasakan fasilitas publik yang dipakai masyarakat, maka kebijakan yang dibuat ke depan bisa lebih tepat sasaran,” pungkasnya.(Tarudi S, @ts, Spj)


Komentar
Posting Komentar