Penataan Gedung PWRI Indramayu Dimulai, Pemkab Kucurkan Anggaran Rp397 Juta dari APBD 2026

 

INDRAMAYU, Sinarpagijaya. com – Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) mulai melaksanakan proyek Penataan Gedung Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Indramayu sebagai upaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana gedung yang digunakan untuk berbagai kegiatan organisasi para purnabakti aparatur sipil negara.

Pantauan awak media Sinarpagijaya. com - Selasa (30/06/2026) Pekerjaan tersebut merupakan bagian dari Sub Kegiatan Penataan Bangunan dan Lingkungan di Daerah Kabupaten/Kota yang didanai melalui APBD Kabupaten Indramayu Tahun Anggaran 2026.

Berdasarkan Surat Perintah Kerja (SPK) Nomor 00.7/3311/SPK/BBK/2026 tertanggal 18 Mei 2026, nilai kontrak proyek mencapai Rp397.125.000.

Pelaksanaan pekerjaan dipercayakan kepada CV. Arjuna Panca Perkasa yang beralamat di Blok Harendong RT 24 RW 09, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu.

Proyek penataan gedung ini berlokasi di wilayah Kecamatan Indramayu dengan masa pelaksanaan selama 120 hari kalender, terhitung mulai 18 Mei 2026 hingga 14 September 2026.

Melalui penataan tersebut, diharapkan Gedung PWRI Indramayu menjadi lebih representatif, nyaman, dan layak digunakan sebagai pusat kegiatan organisasi maupun aktivitas kemasyarakatan. Selain meningkatkan kualitas bangunan, proyek ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam memperbaiki dan menata fasilitas publik agar memberikan manfaat yang lebih optimal bagi masyarakat.Apabila diinginkan, saya juga dapat membuat versi berita yang lebih tajam dan layak tayang di media online dengan gaya khas wartawan, lengkap dengan lead yang lebih menarik dan ramah SEO.  (@ts, Spj)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Emak-Emak Berdaster “Grudug” Kantor Kecamatan Arahan, Tuntut Dugaan Penyalahgunaan AJB dan Aset Desa Diusut Tuntas

Mapag Sri Arahan Lor 2026, Wujud Syukur Panen dan Pelestarian Budaya Warisan Leluhur

Proyek Normalisasi Saluran Pembuang Tembaga Disorot, Diduga Dikerjakan Asal-asalan dan Tak Sesuai Teknis