Rehabilitasi Gedung Juang Indramayu Mulai Dikerjakan, Proyek Rp396 Juta Dilaksanakan Sesuai Spesifikasi Teknis

 

INDRAMAYU, Sinar Pagi Jaya.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mulai melaksanakan pekerjaan Rehabilitasi Gedung Juang (Lanjutan) yang berlokasi di Kecamatan Indramayu. Proyek tersebut dibiayai melalui APBD Kabupaten Indramayu Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp396.956.000.

Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan dimulai pada 25 Mei 2026 dan ditargetkan selesai dalam waktu 120 hari kalender, yakni hingga 21 September 2026. Pelaksanaan pekerjaan dipercayakan kepada CV. Intan Berlian.

Rehabilitasi Gedung Juang merupakan bagian dari sub kegiatan Pengubahsuaian Bangunan Gedung untuk Kepentingan Strategis Daerah Kabupaten/Kota, yang bertujuan meningkatkan kualitas bangunan agar lebih layak, aman, dan nyaman digunakan sebagai aset pemerintah maupun sarana kegiatan masyarakat.

Berdasarkan pantauan awak media Sinar Pagi Jaya.com pada Senin (29/6/2026), proses pekerjaan di lapangan tengah berlangsung. Para pekerja terlihat melaksanakan tahapan rehabilitasi dengan mengacu pada gambar kerja serta spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam kontrak.

Keberadaan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi juga menjadi bentuk keterbukaan informasi kepada masyarakat mengenai nilai kontrak, sumber pendanaan, waktu pelaksanaan, serta penyedia jasa yang mengerjakan proyek tersebut.

Masyarakat berharap rehabilitasi Gedung Juang dapat diselesaikan tepat waktu dengan tetap mengutamakan mutu pekerjaan sesuai spesifikasi teknis. Dengan demikian, hasil pembangunan dapat memberikan manfaat jangka panjang serta mendukung pelestarian bangunan yang memiliki nilai sejarah bagi Kabupaten Indramayu.(@teja, S. Spj)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Emak-Emak Berdaster “Grudug” Kantor Kecamatan Arahan, Tuntut Dugaan Penyalahgunaan AJB dan Aset Desa Diusut Tuntas

Mapag Sri Arahan Lor 2026, Wujud Syukur Panen dan Pelestarian Budaya Warisan Leluhur

Proyek Normalisasi Saluran Pembuang Tembaga Disorot, Diduga Dikerjakan Asal-asalan dan Tak Sesuai Teknis