70 Penari Muda Tampil Memukau, Ujian Kenaikan Tingkat Sanggar Mecca Topeng Cetak Generasi Pelestari Budaya Indramayu
INDRAMAYU, Sinarpagijaya.com – Sebanyak 70 penari muda menampilkan kemampuan terbaiknya dalam Evaluasi/Ujian Kenaikan Tingkat Sanggar Mecca Topeng yang digelar di Desa Jatimulya, Blok Kombo, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Minggu (5/7/2026). Kegiatan yang berlangsung hampir sembilan jam, mulai pukul 13.00 hingga 22.00 WIB itu menjadi bukti nyata komitmen sanggar dalam melestarikan seni budaya sekaligus membentuk karakter generasi muda.
Suasana penuh semangat, tepuk tangan, dan rasa bangga dari para orang tua mengiringi penampilan para peserta yang membawakan berbagai tarian tradisional. Ujian kenaikan tingkat tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan untuk mengukur perkembangan kemampuan sekaligus mental para siswa setelah mengikuti latihan secara rutin.
Ketua Sanggar Mecca Topeng, Maslahat Nur Azizah, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang penilaian keterampilan menari, tetapi juga menjadi media pendidikan karakter bagi para peserta didik.
"Ujian kenaikan tingkat bukan sekadar penilaian kemampuan menari, tetapi juga sarana membangun disiplin, tanggung jawab, dan rasa percaya diri anak-anak. Kami berharap Sanggar Mecca Topeng terus berkembang menjadi rumah belajar seni yang mampu melahirkan generasi muda yang mencintai budaya bangsa dan mampu mengharumkan nama Indramayu," ujarnya.
Didirikan pada tahun 2021, Sanggar Mecca Topeng kini membina sekitar 70 siswa dari berbagai kelompok usia. Materi yang diajarkan meliputi Tari Topeng, Jaipong, Tari Kreasi Nusantara hingga Tari Srimpi. Latihan rutin dilaksanakan setiap Sabtu pukul 14.00 WIB dan Minggu pukul 08.00 WIB.
Pendiri sekaligus pelatih Sanggar Mecca Topeng, Mecca, mengakui bahwa membina anak-anak agar tetap konsisten berlatih merupakan tantangan terbesar. Namun, menurutnya, kebanggaan terbesar adalah melihat para siswa tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, berprestasi, dan semakin mencintai budaya daerah.
"Yang paling sulit adalah menjaga konsistensi anak-anak dalam berlatih. Namun kebanggaan terbesar saya adalah melihat mereka tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, berprestasi, dan semakin mencintai budaya daerah," katanya.
Pada kesempatan tersebut, Mecca juga menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada para guru yang telah membimbing perjalanan keseniannya, yakni Sanggar Mimi Rasinah Aerly, Lovie, Mama Carpan, Sabda Palon, Ema Managemen, serta almarhum Febri.
"Ilmu, pengalaman, dan keteladanan yang mereka berikan menjadi bekal berharga bagi saya untuk terus berkarya serta meneruskan pembinaan seni kepada generasi muda," tuturnya.
Apresiasi juga datang dari para orang tua siswa. Salah seorang wali murid mengaku melihat perubahan positif pada anaknya sejak bergabung dengan Sanggar Mecca Topeng.
"Anak menjadi lebih disiplin, lebih percaya diri, berani tampil di depan umum, dan semakin mengenal budaya daerah. Kami berharap sanggar ini terus berkembang dan mendapat dukungan dari berbagai pihak," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian Indramayu, Ray Mengku Sutentra, menilai Sanggar Mecca Topeng telah menjadi salah satu garda terdepan dalam menjaga eksistensi seni tradisional melalui pembinaan generasi muda.
"Keberadaan sanggar seperti Mecca Topeng sangat penting sebagai garda depan pelestarian budaya. Ujian kenaikan tingkat merupakan proses pendidikan seni yang membentuk karakter sekaligus meningkatkan kualitas para penari muda. Kami mengapresiasi dedikasi seluruh pengurus dan pelatih yang terus bekerja membina generasi penerus seni tradisi," katanya.
Melalui evaluasi kenaikan tingkat ini, Sanggar Mecca Topeng menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak hanya dilakukan melalui pertunjukan seni, tetapi juga melalui proses pendidikan yang berkelanjutan. Di tengah derasnya arus modernisasi, sanggar tersebut terus berkomitmen melahirkan generasi muda yang berkarakter, berprestasi, sekaligus bangga melestarikan warisan budaya Indonesia.
(Tarudi S)

Komentar
Posting Komentar