Mapag Sri Desa Tawangsari 2026, Wujud Syukur Petani dan Komitmen Melestarikan Warisan Budaya Indramayu

 

INDRAMAYU , Sinarpagijaya.com– Pemerintah Desa Tawangsari, Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu, menggelar tradisi adat Mapag Sri pada Rabu (1/7/2026) sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas hasil panen sekaligus upaya melestarikan budaya warisan leluhur yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Pantauan awak media Sinarpagijaya.com, Rabu (01/07/2026) Kegiatan yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh Bupati Indramayu Lucky Hakim, Wakil Bupati Indramayu H. Syaefudin,tidak hadir  diwakilkan oleh  Camat Arahan Roehaenah, ST., M.Si., serta Kuwu Desa Tawangsari Eva Rosyani. Kehadiran para Kuwu Se Kecamatan Arahan sebagai pemimpin daerah menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian adat dan budaya lokal bertempat di Kantor Blai Desa Tawangsari, Jalan  Tawangasari - Cidempet Kecamatan Arahan Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat.

Tradisi Mapag Sri merupakan salah satu kearifan lokal masyarakat agraris sebagai simbol penghormatan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki berupa hasil pertanian. Selain sebagai ungkapan syukur, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat kebersamaan, gotong royong, dan silaturahmi antarwarga.

Eva Rosyani Kuwu Desa Tawangsari baru menjabat 5 bukan kini mapag Sri yang perdana, Sempat diminta keterangan dan konfirmasi oleh awak media Sinarpagijaya, ditempat terpisah menyatakan, ‘’Bahwa Rangkaian acara Mapag Sri ini yang ke  1  atau perdana, semakin semarak dengan pagelaran Wayang Purwa "Langen Komara" yang menjadi hiburan sekaligus media pelestarian seni tradisional. Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya warga yang hadir untuk menyaksikan prosesi adat –istiadat, hingga pertunjukan wayang.

 Mapag Sri peninggalan Nenek moyang, mengusung semangat "Melestarikan Budaya, Menjaga Tradisi, Mewujudkan Desa Tawangsari yang Maju dan Sejahtera," Pemerintah Desa Tawangsari berharap tradisi Mapag Sri tetap lestarikan dan mampu diwariskan kepada generasi muda sebagai identitas budaya yang membanggakan.

Melalui penyelenggaraan Mapag Sri, Desa Tawangsari tidak hanya menjaga nilai-nilai adat dan budaya, tetapi juga memperkuat jati diri masyarakat serta mendukung pembangunan desa yang berlandaskan kearifan lokal menuju kehidupan yang lebih maju, harmonis, dan sejahtera,’’ Paparnya Eva     ( @ts,Spj )

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Emak-Emak Berdaster “Grudug” Kantor Kecamatan Arahan, Tuntut Dugaan Penyalahgunaan AJB dan Aset Desa Diusut Tuntas

Mapag Sri Arahan Lor 2026, Wujud Syukur Panen dan Pelestarian Budaya Warisan Leluhur

Proyek Normalisasi Saluran Pembuang Tembaga Disorot, Diduga Dikerjakan Asal-asalan dan Tak Sesuai Teknis