Petani Bugistua Desak Perbaikan Jalan Usaha Tani dan Irigasi, Demi Tingkatkan Produktivitas Pertanian
INDRAMAYU ,sinarpagijaya.com – Kelompok Tani Darma Pangon Desa Bugistua, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, menyampaikan harapan agar pemerintah segera melakukan perbaikan jalan usaha tani dan jaringan irigasi yang menjadi penunjang utama aktivitas pertanian. Aspirasi tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.
Ketua Kelompok Tani Darma Pangon, Daryani, mengatakan bahwa kondisi jalan usaha tani yang belum memadai serta jaringan irigasi yang memerlukan perbaikan menjadi kendala yang kerap dihadapi para petani, terutama saat proses pengolahan lahan hingga distribusi hasil panen.Jum'at (07/08/2026).
Menurutnya, jalan usaha tani memiliki peran vital dalam menunjang mobilitas petani, mulai dari pengangkutan benih, pupuk, alat dan mesin pertanian, hingga hasil panen. Ketika kondisi jalan rusak atau berlumpur saat musim hujan, biaya produksi meningkat dan proses distribusi menjadi tidak efisien.
"Perbaikan jalan usaha tani dan peningkatan akses irigasi merupakan kebutuhan yang sangat mendesak. Infrastruktur yang baik akan memperlancar aktivitas petani sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian," ujar Daryani.
Selain jalan usaha tani, jaringan irigasi juga menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi keberlangsungan budidaya padi. Saluran irigasi yang berfungsi dengan baik akan menjamin ketersediaan air secara merata, meningkatkan indeks pertanaman, serta mengurangi risiko gagal panen akibat kekeringan.
Sementara itu, Sekretaris Kelompok Tani Darma Pangon, Kamali Asy'ari, menegaskan bahwa pembangunan sektor pertanian tidak hanya bergantung pada kemampuan petani mengelola lahan, tetapi juga membutuhkan dukungan infrastruktur dan kebijakan pemerintah yang berkelanjutan.
Ia mengatakan, kelompok tani terus menjaga kekompakan serta menyampaikan aspirasi secara konstruktif agar pembangunan pertanian benar-benar menyentuh kebutuhan petani di lapangan.
"Jalan usaha tani dan saluran irigasi merupakan aset bersama yang harus dipelihara. Selain pembangunan dari pemerintah, masyarakat juga memiliki tanggung jawab menjaga kebersihan saluran irigasi dan merawat fasilitas pertanian," ungkapnya.
Hal senada disampaikan Bendahara Kelompok Tani Darma Pangon, Madsari. Menurutnya, perbaikan infrastruktur pertanian akan memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat desa.
Ia menjelaskan, akses jalan yang baik akan mempercepat distribusi hasil panen, menekan biaya angkut, serta meningkatkan efisiensi usaha tani sehingga pendapatan petani dapat meningkat.
Selain pembangunan jalan usaha tani dan rehabilitasi jaringan irigasi, para petani juga berharap adanya dukungan pemerintah berupa bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), penyediaan benih unggul, serta pendampingan teknis kepada petani agar produktivitas pertanian terus meningkat.
Sebagai salah satu daerah lumbung padi nasional, Kabupaten Indramayu dinilai perlu terus memperkuat pembangunan infrastruktur pertanian, mulai dari jalan usaha tani, normalisasi saluran irigasi, rehabilitasi bendung, hingga peningkatan jaringan irigasi tersier. Langkah tersebut diyakini mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Kelompok Tani Darma Pangon berharap aspirasi yang mereka sampaikan dapat menjadi perhatian pemerintah daerah maupun instansi terkait. Dengan infrastruktur pertanian yang memadai, produktivitas hasil panen diyakini akan meningkat, perekonomian masyarakat desa semakin kuat, serta posisi Kabupaten Indramayu sebagai salah satu lumbung pangan nasional dapat terus dipertahankan.
(Tarudi S/Bahrudin El-Shiraaz)




Komentar
Posting Komentar