Midang Bengi di Bandar Kali Cimanuk, AKBP Prianggo Parlindungan Bangun Ruang Dialog Bersama Seniman dan Budayawan Indramayu
INDRAMAYU, Sinarpagijaya.com — Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan “Midang Bengi” yang menghadirkan Kapolres Indramayu AKBP Prianggo Parlindungan, P.M., S.I.K., M.Si., di Ranggon Cimanuk, Museum Bandar Kali Cimanuk, Kabupaten Indramayu, Jumat (26/9/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.
Kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus komunikasi antara kepolisian, masyarakat, serta komunitas seni dan budaya di Kabupaten Indramayu. Dalam suasana santai dan terbuka, peserta dapat bertukar pandangan mengenai berbagai persoalan sosial, keamanan, serta potensi seni dan budaya daerah.
Hadir dalam kegiatan tersebut Sadewo bersama sejumlah seniman, budayawan, dan pegiat seni budaya Indramayu. Kehadiran berbagai elemen tersebut memperlihatkan bahwa ruang komunikasi publik tidak hanya berkaitan dengan persoalan keamanan dan ketertiban, tetapi juga dapat menjadi wadah untuk membicarakan pelestarian kebudayaan daerah.
Melalui kegiatan Midang Bengi, komunikasi dua arah antara kepolisian dan masyarakat dapat berlangsung lebih dekat. Masyarakat memiliki kesempatan menyampaikan aspirasi dan berbagai persoalan yang berkembang di lingkungan mereka, sementara kepolisian dapat mendengarkan secara langsung masukan dari masyarakat.
Usai kegiatan, AKBP Prianggo Parlindungan sempat diwawancarai awak media Sinar Pagi Jaya di tempat terpisah. Ia menyampaikan harapannya agar ruang komunikasi dan silaturahmi semacam itu dapat terus berkembang di tengah masyarakat.
“Harapan kami, ruang seperti ini dapat terus tumbuh. Dengan adanya komunikasi dan silaturahmi yang baik, potensi seni dan budaya Indramayu dapat semakin dikenal, dijaga, serta diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.
Menurutnya, seni dan budaya merupakan bagian penting dari identitas daerah yang perlu mendapatkan perhatian bersama. Karena itu, komunikasi antara kepolisian dengan komunitas seni dan budaya diharapkan dapat terus terjalin secara positif.
Kegiatan Midang Bengi bukan sekadar ajang berkumpul, tetapi juga menjadi sarana membangun kedekatan dan komunikasi antara aparat kepolisian dengan berbagai elemen masyarakat.
Dalam konteks keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting. Upaya menjaga lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif membutuhkan komunikasi serta partisipasi dari seluruh elemen masyarakat.
Di sisi lain, silaturahmi dengan komunitas seni dan budaya juga membuka ruang untuk memperkuat kepedulian terhadap warisan budaya Indramayu. Berbagai potensi seni tradisi, kreativitas seniman, serta nilai-nilai budaya lokal diharapkan dapat terus dikenalkan kepada generasi muda.
Dengan semangat kebersamaan, Midang Bengi diharapkan menjadi ruang yang mampu mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam suasana yang hangat, terbuka, dan penuh kekeluargaan.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa menjaga kamtibmas, mempererat persaudaraan, dan melestarikan seni budaya merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan dukungan serta partisipasi seluruh masyarakat Indramayu, ''
Paparnya. (Tarudi S)




Komentar
Posting Komentar